Banda Aceh, 2 Maret 2026 — Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Universitas Syiah Kuala (USK) menyelenggarakan kegiatan Pelantikan Pengurus Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI) Wilayah Aceh Periode 2026–2030 pada Senin, 2 Maret 2026, pukul 10.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini berlangsung secara daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan) bertempat di Gedung A Lantai 2, Ruang Rapat Dekan FKP USK.
Pelantikan tersebut menghadirkan secara langsung Ketua Umum Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI) periode 2023–2028, yaitu Prof. Dr. Ir. Nurjanah, M.S., yang juga merupakan Guru Besar di IPB University. Kehadiran beliau menjadi momentum penting dalam penguatan jejaring profesional dan akademik bidang pengolahan hasil perikanan di Aceh.

Kegiatan diawali dengan paparan dan sambutan dari Prof. Dr. Ir. Muchlisin Z.A, S.Pi., M.Sc, yang menekankan pentingnya sinergi antara akademisi, peneliti, dan praktisi dalam mendorong inovasi serta peningkatan daya saing produk hasil perikanan daerah. Selanjutnya, Prof. Nurjanah menyampaikan pemaparan mengenai peran, visi, serta arah pengembangan MPHPI dalam mendukung kemajuan sektor pengolahan hasil perikanan di tingkat nasional dan regional.
Acara puncak berupa pelantikan 16 orang pengurus MPHPI Wilayah Aceh secara resmi dilakukan oleh Prof. Nurjanah. Kepengurusan periode 2026–2030 ini diketuai oleh Iko Imelda Arisa, S.Kel., M.Si, dosen Program Studi Teknologi Industri Hasil Perikanan (PS-TIHP) FKP USK. Para pengurus yang dilantik terdiri atas akademisi dan peneliti yang tersebar di berbagai institusi di wilayah Aceh, mencerminkan komitmen kolaboratif dalam pengembangan ilmu dan industri pengolahan hasil perikanan.

Kegiatan ini dipandu oleh Putri Julia Mizulni, S.Pi., M.Si selaku pembawa acara, yang memastikan rangkaian pelantikan berjalan khidmat dan lancar. Melalui terbentuknya kepengurusan MPHPI Wilayah Aceh periode 2026–2030, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat dalam pengembangan riset, inovasi produk, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pengolahan hasil perikanan, khususnya di Provinsi Aceh.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol dimulainya kepengurusan baru yang siap berkontribusi bagi kemajuan sektor kelautan dan perikanan di Aceh.

Comments are closed