Program Studi S-1 Teknologi Industri Hasil Perikanan (TIHP) Universitas Syiah Kuala sukses menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Kurikulum pada hari Senin, 21 April 2025. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid (luring dan daring) dan mengangkat tema penguatan visi dan misi prodi serta perancangan struktur kurikulum yang kontekstual dan aplikatif sesuai perkembangan zaman.

Kegiatan ini menjadi ruang kolaboratif dan strategis untuk mengintegrasikan perspektif dari akademisi, pemangku kepentingan, serta pelaku dunia usaha dan industri (DUDI) guna menyusun kurikulum yang holistic dan relevan terhadap kebutuhan dunia kerja, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan, Prof. Dr. Ir. Muchlisin Z.A, S.Pi., M.Sc., dan menghadirkan tiga narasumber utama dari berbagai sektor:
🔹 Dr. Eng. Safrina Dyah Hardiningtyas, S.Pi., M.Si. (IPB University)
🔹 Prof. Dr. Ir. Hari Eko Irianto, Dipl. Tech. (BRIN)
🔹 Patricia Lavrina Paembonan Kalalo, S.Pi., M.Si. (PT. Sunrise Niaga Fishery, Jawa Timur)



FGD ini dihadiri oleh 35 peserta yang terdiri dari perwakilan Satuan Jaminan Mutu Fakultas (SJMF), dosen FKP-USK, serta para tamu undangan dari kalangan akademisi, industri, dan stakeholder perikanan-kelautan dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Aceh.
Dalam diskusi, para peserta menekankan pentingnya adaptasi kurikulum TIHP terhadap potensi lokal Aceh, khususnya dalam pengolahan hasil perikanan berbasis sumber daya lokal. Selain itu, disepakati pula bahwa pengembangan kurikulum harus tetap sejalan dengan forum nasional Program Studi Teknologi Hasil Perikanan untuk menjaga standar kompetensi lulusan secara nasional, tanpa meninggalkan kekhasan daerah. Melalui kegiatan ini, Prodi TIHP USK menegaskan komitmennya terhadap pengembangan pendidikan tinggi yang responsif, inovatif, dan berbasis kolaborasi lintas sektor dalam mencetak lulusan yang profesional, adaptif, dan siap bersaing di era global.

Comments are closed